Rabu, 07 April 2010

MENJADI GURU BERPRESTASI

Selama ini predikat Guru Berprestasi disandang oleh para guru yang lolos seleksi dalam lomba pemilihan guru berprestasi. Sementara yang belum mengikuti atau belum lolos, belum dapat menyandang atau belum pantas menjadi "Guru Berprestasi". Apa bener begitu ?
Kita tidak perlu mempermasalahkan hal tersebut, menurut penulis menjadi guru berprestasi tidak harus dicapai melalui lomba atau seleksi pemilihan guru berprestasi. Kita bisa saja menjadi guru yang berprestasi asalkan kita dapat memanfaatkan kemampuan kita dengan seoptimal mungkin, tidak malas dan yang lebih penting kalau kita belum mampu menjadi "Guru Berprestasi" melalui lomba, paling tidak minimal kita bisa menjadi guru yang berprestasi bagi diri sendiri dan anak didik kita.
Kita tidak perlu membuat dokumen portofolio yang "baik dan lengkap", tidak perlu repot-repot melakukan "Penelitian Tindakan Kelas" atau melengkapi sebanyak mungkin dokumen-dokumen "pengabdian masyarakat, seminar, atau lainnya".
Kita bisa menjadi guru yang berprestasi, asalkan sedikit demi sedikit mau melakukan perubahan. Perubahan yang murni tumbuh dari hati  nurani kita sebagai seorang guru, seorang pendidik yang jiwanya menyatu dan ingin anak didiknya kelak menjadi orang yang berguna.
Kita perlu melakukan evaluasi terhadap diri kita sendiri, sudahkah kita :
ing ngarsa asung tuladha
ing madya amangun karsa
tut wuri handayani

Selama ini kita baru merasakan menjadi seorang guru manakala di akhir tahun pelajaran, siswa-siswi kita menyanyikan lagu "Terima Kasih Guru" atau "Hymne Guru" pada acara perpisahan atau sejenisnya. Disitu kita baru sadar dan terkadang kita tidak tahan mendengar anak didik kita menyanyi dengan tulus-ikhlas sebagai ucapan terima kasih kepada kita yang telah berjasa membimbing, mendidik sampai-sampai kita tak sadar meneteskan air mata, air mata kebahagiaan, haru bercampur bangga.

Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menjadi guru yang berprestasi, yaitu antara lain :
  1. Mulai dari diri sendiri, kita belajar untuk disiplin waktu, disiplin melaksanakan tugas dan disiplin mengikuti perkembangan teknologi dan informasi.
  2. Berlatih melakukan penelitian dibidang pendidikan, mulai dari hal-hal yang sederhana sampai pada akhirnya kita dapat melakukan PTK. Apabila kita dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas menemui kendala, tingkat urgensinya tinggi, atau ingin diketahui tingkat efektifitas suatu metode, model atau media pembelajaran, maka kiat-kiat yang dapat kita lakukan adalah : a. agar nilai pembuatan PTK dapat maksimal, kita sebaiknya mempelajari dahulu cara pembuatan PTK melalui buku tentang penelitian seperti buku : metode dan prosedur pembuatan PTK (b) kita bisa juga membeli buku pembuatan PTK di toko, atau meminjam teman guru/peserta yang pernah maju lomba tapi bukan untuk meniru/menjiplak, tetapi hanya sekedar melihat kerangka, cara penulisan dan pemilihan materi saja lalu kita membuat PTK dengan cara dan prosedur yang hampir sama tetapi dengan materi/metode yang berbeda; (c) lebih bagus lagi jika kita mampu melakukan PTK penemuan baru, jadi bukan materi yang berkisar itu-itu saja.
  3. Sering berlatih membuat presentasi melalui microsoft power point, baik itu media pembelajaran maupun presentasi hasil penelitian atau presentasi hasil karya tulis. 
  4. Senantiasa belajar untuk meningkatkan wawasan kita khususnya dalam hal peningkatan kompetensi sosial, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. Hal ini perlu karena kompetensi ini akan kita hadapi pada waktu mengikuti seleksi pemilihan guru berprestasi pada tes wawancara.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, bukan karena ingin menggurui tetapi ingin sedikit berbagi. Mudah-mudahan membawa manfaat bagi kita semua sebagai guru : Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.
Terimakasih.
Guru Berprestasi menciptakan figur guru profesional dan bermartabat.

Majulah Guru Indonesia …!
Majulah Pendidikan Indonesia !!







0 komentar:

Poskan Komentar