Laman

Kamis, 08 April 2010

Gallery Tim Basket Purbalingga di NONI

 Endhi  seganeee.......omahku adoh rek ...


nyong mendhi ayame ..... wis dipas siji-siji ....

 enak ya .. maem nang noni, ahh....sering-sering basketan lah ...!

yank ... gue lagi di noni nih ... ! jemput aku ... ya ...

sekale ... dayung... tiga piring gue penuhin : 
sega, ayam bakar, sambeleee, kobis, godong kemangi,
es jeruk....tissue...


maap ... ya, temen-temen ... aku madang sik..
omahku adoh.....



Rabu, 07 April 2010

MENJADI GURU BERPRESTASI

Selama ini predikat Guru Berprestasi disandang oleh para guru yang lolos seleksi dalam lomba pemilihan guru berprestasi. Sementara yang belum mengikuti atau belum lolos, belum dapat menyandang atau belum pantas menjadi "Guru Berprestasi". Apa bener begitu ?
Kita tidak perlu mempermasalahkan hal tersebut, menurut penulis menjadi guru berprestasi tidak harus dicapai melalui lomba atau seleksi pemilihan guru berprestasi. Kita bisa saja menjadi guru yang berprestasi asalkan kita dapat memanfaatkan kemampuan kita dengan seoptimal mungkin, tidak malas dan yang lebih penting kalau kita belum mampu menjadi "Guru Berprestasi" melalui lomba, paling tidak minimal kita bisa menjadi guru yang berprestasi bagi diri sendiri dan anak didik kita.
Kita tidak perlu membuat dokumen portofolio yang "baik dan lengkap", tidak perlu repot-repot melakukan "Penelitian Tindakan Kelas" atau melengkapi sebanyak mungkin dokumen-dokumen "pengabdian masyarakat, seminar, atau lainnya".
Kita bisa menjadi guru yang berprestasi, asalkan sedikit demi sedikit mau melakukan perubahan. Perubahan yang murni tumbuh dari hati  nurani kita sebagai seorang guru, seorang pendidik yang jiwanya menyatu dan ingin anak didiknya kelak menjadi orang yang berguna.
Kita perlu melakukan evaluasi terhadap diri kita sendiri, sudahkah kita :
ing ngarsa asung tuladha
ing madya amangun karsa
tut wuri handayani

Selama ini kita baru merasakan menjadi seorang guru manakala di akhir tahun pelajaran, siswa-siswi kita menyanyikan lagu "Terima Kasih Guru" atau "Hymne Guru" pada acara perpisahan atau sejenisnya. Disitu kita baru sadar dan terkadang kita tidak tahan mendengar anak didik kita menyanyi dengan tulus-ikhlas sebagai ucapan terima kasih kepada kita yang telah berjasa membimbing, mendidik sampai-sampai kita tak sadar meneteskan air mata, air mata kebahagiaan, haru bercampur bangga.

Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menjadi guru yang berprestasi, yaitu antara lain :
  1. Mulai dari diri sendiri, kita belajar untuk disiplin waktu, disiplin melaksanakan tugas dan disiplin mengikuti perkembangan teknologi dan informasi.
  2. Berlatih melakukan penelitian dibidang pendidikan, mulai dari hal-hal yang sederhana sampai pada akhirnya kita dapat melakukan PTK. Apabila kita dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas menemui kendala, tingkat urgensinya tinggi, atau ingin diketahui tingkat efektifitas suatu metode, model atau media pembelajaran, maka kiat-kiat yang dapat kita lakukan adalah : a. agar nilai pembuatan PTK dapat maksimal, kita sebaiknya mempelajari dahulu cara pembuatan PTK melalui buku tentang penelitian seperti buku : metode dan prosedur pembuatan PTK (b) kita bisa juga membeli buku pembuatan PTK di toko, atau meminjam teman guru/peserta yang pernah maju lomba tapi bukan untuk meniru/menjiplak, tetapi hanya sekedar melihat kerangka, cara penulisan dan pemilihan materi saja lalu kita membuat PTK dengan cara dan prosedur yang hampir sama tetapi dengan materi/metode yang berbeda; (c) lebih bagus lagi jika kita mampu melakukan PTK penemuan baru, jadi bukan materi yang berkisar itu-itu saja.
  3. Sering berlatih membuat presentasi melalui microsoft power point, baik itu media pembelajaran maupun presentasi hasil penelitian atau presentasi hasil karya tulis. 
  4. Senantiasa belajar untuk meningkatkan wawasan kita khususnya dalam hal peningkatan kompetensi sosial, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. Hal ini perlu karena kompetensi ini akan kita hadapi pada waktu mengikuti seleksi pemilihan guru berprestasi pada tes wawancara.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, bukan karena ingin menggurui tetapi ingin sedikit berbagi. Mudah-mudahan membawa manfaat bagi kita semua sebagai guru : Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.
Terimakasih.
Guru Berprestasi menciptakan figur guru profesional dan bermartabat.

Majulah Guru Indonesia …!
Majulah Pendidikan Indonesia !!







Persiapan Tim Basket Purbalingga dalam POPDA Tk. Karesidenan Banyumas 2010


Menghadapi kejuaraan Basket SMP pada POPDA Tingkat Karesidenan Banyumas tahun 2010 yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 April 2010 di GOR Satria Purwokerto, Tim Basket Putri Kabupaten Purbalingga diwakili oleh 3 sekolah yaitu SMP Negeri 3 Bobotsari, SMP Negeri 1 Purbalingga dan SMP Negeri 3 Purbalingga. Ketiga sekolah tersebut adalah tim yang pada POPDA Tingkat Kabupaten Purbalingga meraih juara 1, 2 dan 3. 

Menurut Riswanto,S.Pd selaku pembina olah raga yang dipercaya untuk menangani basket putri, peserta basket ini dipilih siswa yang memiliki teknik dan kemampuan bermain baik. Hasil seleksi peserta, SMP Negeri 1 Purbalingga 1 (satu) siswa, SMP Negeri 3 Purbalingga 4 (empat) siswa, dan SMP Negeri 3 Bobotsari 5 (lima) siswa. 

Persiapan mengikuti POPDA Tk. Karesidenan Banyumas tahun ini, Tim Basket Putri Purbalingga sejak tanggal 3 - 7 April 2010 melakukan latihan secara rutin di SMP Negeri 3 Bobotsari. Pelatihnya adalah Riswanto,S.Pd, guru penjaskes SMPN 3 Bobotsari.

"Persiapan tim basket sudah bagus, baik teknik naupun pola bermain, Insya Alloh tahun ini kita bisa meraih kejuaraan. Mohon doa restunya", ucap Riswanto,S.Pd.

 
Pada persiapan terakhir, tim basket putri Kab. Purbalingga diberi pengarahan dan motivasi oleh Kepala Sekolah SMPN 3 Bobotsari Eko Budi Santosa,S.Pd. 
Tampak pada gambar, Tim Basket Putri berpose bersama Eko Budi Santosa,S.Pd selaku Kepala Sekolah SMPN 3 Bobotsari.


Bravo...Basket Putri Purbalingga ...!
Jangan Menyerah .... !

Senin, 05 April 2010

Puisi : di seberang kota


di seberang kota,

ini masa yang tlah berlalu...
yang tertoreh lama pada pusar bumi
menghujam batu, mengikis karang....
seiring lembaran almanak yang usang ditelan waktu

kini,
lembar almanak telah berganti
kenangan itupun berlalu ...
bisa tidak bisa .. kita harus menorehkan kembali pena itu
pada setiap dinding .... di seberang kota
kita coba coretkan lagi tentang : celoteh anak kita,
sembari melihat bulan yang selalu tersenyum ....
menghiasi malam ... dipucuk bambu

kita tak lagi bisa banyak bicara
seperti dulu...
karena kita berada di seberang kota

bobotsari, 2010

MENUJU SEKOLAH EFEKTIF, CITRA GURU PERLU DIPERBAIKI


CITRA Guru yang terbentuk di dalam dirinya sampai saat ini, menurut saya, bukanlah sosok berdasi, intelektual ulung dalam menyiapkan masa depan, tetapi sekedar sebagai "pekerja suara" yang berangkat subuh pulang malam, tetapi kering finansial. Praktis, citra guru teredusir sedemikian rupa di balik keagungan harapan yang meluap. Permasalahannya: bagaimana kita dapat membangun citra kita sendiri sebagai guru, agar peran dan profesionalitas kita terpenuhi?
Saat ini, apresiasi masyarakat semakin tinggi terhadap Guru, Pemerintah semakin sungguh-sungguh berupaya mensejahterakan Guru, media massa semakin gencar memberitakan tentang kinerja guru. Dari segi kemampuan ekonomis, guru tidak lagi dipandang sekedar sebagai "pengamen". "Diktator menjual diktat baru bisa beli motor. Atau "Pelacur Profesi" - setelah jam dinas bergilir memenuhi panggilan dari pintu ke pintu, sekedar mencari agar dapur tetap "berasap".

Bagaimana dengan kita sendiri sebagai pelaku utama pendidikan? Guru yang dalam UU Dosen dan Guru disebut tenaga profesional. Sama dengan dokter, Pengacara dan lain-lain? Banyak pernyataan kritis sering kita dengar, kita lihat, dan kita baca menyangkut eksistensi, kompetensi, dan kinerja kita sebagai tenaga profesional guru memang masih memprihatinkan.

Kenyataan rendahnya kompetensi, ethos kerja, dan kinerja guru, seperti dikemukakan oleh Fasli Djalal, Dirjen DIKNAS Peningkatan mutu Pendidik dan tenaga kependidikan menyebutkan hampir separo dari sekitar 2,6 juta guru di Indonesia tidak layak mengajar di sekolah. 75.648 di antaranya guru SMA. Pernyataan itu disampaikan berkenaan dengan wacana guru profesional dan guru kompeten sebagai syarat untuk memperoleh tunjangan profesi guru dan peningkatan kwalitas pendidikan di
Indonesia.
Kenyataan rendahnya kompetensi guru itu, tidak perlu malu untuk disikapi oleh para sendiri. Perlu dijadikan permenungan. Dari mana harus merubah citra guru? Kuncinya ada para guru sendiri. Bagaimana mereka akan menjadikan dirinya profesional. Itu kembali kepada para guru. Karena dihadapan kita terbentang lautan sumber pengetahuan yang tiada batas.

Bagaimana menjadi guru yang lebih profesional, efektif, dan bermutu, kata kuncinya pada ¡§perubahan¡¨. Kita semua membutuhkan perubahan. Termasuk para guru. Perubahan demi suatu keyakinan, dan demi ketangguhan profesi guru menjadi perkara yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Untuk menjadi lebih baik, tidak mungkin para guru hanya berpuas pada status quonya. Malas menambah wawasan. Dan merasa paling mengetahui banyak hal. Padahal, saat ini guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahhuan bagi para siswa. Tidak sedikit guru yang tanggap akan tuntutan profesionalnya sebagai pendidik. Tetapi juga tidak kurang sedikit guru yang diam di zona nyaman. Malas meningkatkan ketrampilan dan profesionalismenya.
Mungkin ada ada satu hal yang perlu kita refleksikan, mengapa guru takut berubah. Atau malas berubah. Sebab-sebab paling dasar keraguan terhadap dampak dan efek dari entitas perubahan itu sendiri. Perubahan memunculkan ketegangan dan kerumitan. Perubahan mendatangkan stres dan tekanan.

MEMPERBAIKI CITRA GURU

Dalam kurun waktu dasawarsa terakhir, Pemerintah berupaya mendongkrak citra guru yang terlanjur pudar. Tujuan akhir tentu memperbaiki kwalitas pendidikan. Menjadi guru profesional bukan perkara gampang. Apalagi untuk menjadi guru baik. Citra guru yang baik, dapat mengangkat citra dan kwalitas pendidikan. Kwalitas pendidikan yang baik, dapat mengangkat martabat bangsa. Tetapi permasalahannya, dari mana harus dimulai?

1. Dari diri sendiri
Untuk memperbaiki citra guru, mereka harus berani "membedah diri". Guru profesional itu, guru yang mengenal dirinya. Dirinya sebagai pribadi yang terpanggil untuk mendidik manusia. Untuk itu, guru dituntut untuk belajar sepanjang hayat (long life education). Medan belajar adalah medan yang menyenangkan. Menjadi guru bukan hanya sebuah proses yang harus dilalui melalui test kompetensi dan sertifikasi. Karena menjadi guru menyangkut perkara hati. Maka mengajar harusnya menjadi profesi hati. Hati harus mendapat perhatian cukup, yaitu pemurnian hati, atau motivasi untuk menjadi guru profesional. Pemurnian hati itu, akan mendorong kita senantiasa meningkatkan kemampuan untuk membelajarkan siswa.

Paling tidak ada 3 kata kunci yang menjadikan guru itu menjadi penting. Tiga kata kunci itu sekaligus menjadi sifat dan karakteristik guru:

  1. Kreatif.
  2. Profesional.
  3. Menyenangkan.

Mengapa guru harus kreatiaf ? Karena harus memilah dan memilih materi pembelajaran. Dan kemudian secara kreatif menyajikan menjadi bahan pembelajaran yang yang penuh makna, dan berkwalitas. Sedang sifat profesional, karena guru harus secara profesional membentuk kompetensinya sesuai dengan karakter peserta didik. Juga bagi dirinya. Berarti belajar dan pembelajaran harus menjadi makanan pokok guru. Tetapi guru juga harus menyenangkan. Baik bagi dirinya sendiri maupun bagi peserta didik. Menjadi guru kreatif, profesional, dan menyenangkan itu akan terwujud, jika si guru mau secara terus-menerus meningkatkan kemampuan dan ketrampilan. Mau belajar.

2. Meningkatkan Pengetahuan dan Ketrampilan.

Guru sebagai profesional (sama dengan profesi dokter, pengacara, sekretaris, dan lain-lain), tanggungjawab utamanya mengawal perkembangan pribadi siswa. Peran pendampingan itu tidak mungkin akan berhasil jika guru tidak memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang profesioanal. Guru profesional biasanya memiliki hal-hal seperti ini:

  • Penguasaan terhadap pengetahuan dan ketrampilan.
  • Memiliki kemampuan profesional di atas rata-rata.
  • Idealisme dan pengengabdian yang tinggi.
  • Pantas secara moral dan perilaku menjadi panutan.

Pribadi guru yang kreatif, profesional, dan menyenangkan, terus berupaya untuk membangun citra dirinya secara positif. Berkomitmen pada pengabdian pada pendampingan kepada peserta didik. Ia selalu berupaya meningkatkan kemampuan dan ketrampilan sebagai profesional dan pendidikan. Maka dalam proses pembelajaran di kelas selalu mencari bentuk-bentuk kreatif dan efektif bnagi dirinya dan bagi peserta didik.

Guru kreatif akan mewujudkan pembelajaran yang inovatif. Guru kreatif dan pembelajaran inovatif dapat mewujudkan sekolah efektif.

SELAMAT MENJADI GURU KREATIF DAN INOVATIF

Disunting dari Judul: MEMBANGUN CITRA GURU, MENUJU SEKOLAH EFEKTIF
Penulis : Drs. Anton Sunarto,BTH.MPD

Kamis, 01 April 2010

Menghadapi UN 2010 : Siswa di Karantina


Untuk mempersiapkan siswa menghadapi UN Th. 2010, SMPN 3 Bobotsari melakukan karantina terhadap siswa kelas IX. Program ini dilakukan dengan tujuan supaya siswa lebih siap menghadapi UN yang akan dihadapi hari besok.
Jadwal kegiatan semikarantina ini :
  1. Minggu, 28 Maret 2010, pk. 07.30 - 13.00 = Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
  2. Senin, 29 Maret 2010, pk. 11.00 - 15.30 = Mata Pelajaran Bahasa Inggris
  3. Selasa, 30 Maret 2010, pk. 11.00 - 15.30 = Mata Pelajaran Matematika
  4. Rabu, 31 maret 2010, 11.00 - 15.30 = Mata Pelajaran IPA
Menurut Eko Budi Santosa,S.Pd, kegiatan semi karantina ini dilakukan agar siswa benar-benar siap menghadapi UN, pada kegiatan ini siswa diperbanyak latihan soal-soal prediksi UN dan juga pemberian motivasi agar para siswa tetap semangat dan selalu optimis bahwa kita bisa meraih prestasi yang lebih baik.
Selama kegiatan semikarantina UN 2010 ini, siswa rutin melaksanakan kegiatan ibadah sholat berjamaah. Setelah sholat dhuhur, siswa melakukan dzikir bersama memohon kepada Alloh SWT agar senantiasa diberi kemudahan dalam mengikuti UN. Kegiatan ini dipimpin oleh Solikhat,Amd.Pd selaku guru PAI SMP Negeri 3 Bobotsari.
Awal Hidayat,S.Pd selaku ketua pelaksana UN dan kegiatan semi karantina ini, menyatakan bahwa kegiatan ini memang sangat perlu dilakukan agar prestasi SMP Negeri 3 Bobotsari selalu meningkat khususnya dibidang akademik. Disamping itu kegiatan ini bertujuan agar siswa tetap belajar, mengurangi siswa bermain-main dan harapannya prestasi akademik tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.
Kegiatan semikarantina UN Th. 2010 ini juga mendapat respon yang sangat positif dari para walimurid. Wali murid sangat mendukung diadakannya kegiatan semikarantina.
Hasil evaluasi selama kegiatan semikarantina, para siswa merasa senang dan antusias mengikuti kegiatan seperti ini. Puput Parwati salah satu peserta UN mengatakan bahwa : "Semikarantina asyik...sekali, soal-soal prediksi UN yang diberikan oleh gurunya banyak yang keluar khususnya IPA. Terima kasih, Pak !"


pergi ke dunia luas, muridku sayang....
pergi ke alam bebas
selama langit dan bumi masih terhampar...
torehkan penamu untuk meraih masa depanmu ....

aku adalah gurumu...

aku hanya mampu mengantarkanmu melalui ilmu dan dongeng-dongeng pengantar prosesi

matematika .... bahasa inggris ... bahasa indonesia .... IPA

harapanku... semoga asa dan citamu tercapai...

pergi ke dunia luas ... muridku sayang
................
bobotsari, 1 April 2010

Pelaksanaan UN 2010 : Sukses


Pelaksanaan UN Th. 2010 di SMP Negeri 3 Bobotsari dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
Peserta UN SMP Negeri 3 Bobotsari tahun ini sebanyak 139 siswa, terdiri dari 77 laki-laki dan 62 perempuan. Selama pelaksanaan Ujian Nasional, semua siswa dapat mengikuti ujian dengan baik, tidak ada yang sakit atau terlambat.
Kegiatan UN dilaksanakan mulai hari Senin, 29 Maret - 1 April 2010, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA. Pengawas UN dilakukan secara silang murni dengan sekolah lain. Pengawas yang melaksanakan tugas di SMPN 3 Bobotsari sebanyak 14 orang.
Pelaksanaan UN di sekolah kami juga dipantau langsung oleh Tim Pemantau Independen (TPI) yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) yaitu Faisal,S.S, beliau adalah Dosen Bahasa Inggris di UMP.
Menurut Faisal, pelaksanaan UN di SMPN 3 Bobotsari berjalan dengan baik dan yang berkesan bagi saya adalah suara gemercik air selokan yang selalu mengalir tiap hari.
Harapan kita, mudah-mudahan sukses pelaksanaan UN Th. 2010 diikuti dengan sukses prestasi yang dicapai oleh para siswa SMPN 3 Bobotsari yaitu lulus 100%.
Harapan kepala sekolah, pada tahun ini prestasi sekolah lebih meningkat dari tahun lalu, baik nilai rata-rata maupun peringkat hasil UN di tingkat kabupaten. Amiin....