Laman

Kamis, 27 Mei 2010

KEWIBAWAAN SEORANG SEMAR

Ditengah-tengah kekacauan - ketegangan itu tercermin dalam alam gara-gara : bumi goyang, gunung meletus dan laut mendidih - muncullah satu demi satu empat oknum yang nampak aneh. Tanpa peduli akan kekacauan di sekelilingnya, mereka duduk santai dan bermain-main. Merekalah punakawan, pelayan setia Arjuna yang mengantarnya dalam perjalanannya.

Punakawan itu terdiri dari Semar dan anak-anaknya, Gareng, Petruk dan Bagong. Semar itu amat gemuk, ia mempunyai payudara besar dan pantat raksasa sehingga sejenak kurang jelas apakah ia sebenarnya seorang laki-laki atau perempuan (semar seorang laki-laki). Gareng mempunyai hidung yang besar, tangan dan kaki cacad. Ciri khas Petruk adalah panjangnya yang santai : hidung panjang, tangan panjang, kaki panjang dan dalam situasi ia santai saja dan tenang. Bagong adalah edisi mini Semar.

Adalah tugas Semar dan anak-anaknya untuk mengantar ksatria utama setiap lakon dengan aman melalui segala bahaya sampai ke tujuannya. Apabila ksatria itu berada dalam kesulitan, Semar memberi nasehat, apabila ia terlalu agresif dan emosi, ia direm oleh Semar dan ditarik kembali dari langkah-langkah yang kurang dipikirkan. Apabila ia sedih para punakawan membuat ia senang dengan lelucon mereka. Apabila ia merasa sendirian, mereka menemaninya. dan apabila ia berada dalam bahaya mereka sekali-kali juga menyelamatkannya.

Menurut bentuk dan kelakuan para punakawan adalah hamba dari ksatria yang baik, mereka menyapa dia dalam krama inggil. Tetapi sekaligus Semar adalah penunjuk jalan dan pamong kstaria yang diantarnya. Siapa yang diantar Semar, tidak pernah gagal dalam tugasnya dan tidak kalah dalam perang. Bahwa para Pendawa tidak bisa dikalahkan sebenarnya bukan karena kekuatan mereka sendiri melainkan karena mereka diantar oleh Semar. Andaikata Semar meninggalkan Pandawa mereka mesti hancur.

Semar adalah wayang yang paling dicintai. Apabila ia muncul di depan layar ia disambut oleh gelombang simpati para penonton. Seakan-akan para penonton sendiri merasa berada di bawah pengayoman Semar. Apabila wayang yang tak terselami, bijaksana, sederhana, merakyat, baik hati, lucu dan tak terkalahkan itu muncul maka mereka yang berada di bawah perlindungannya merasa aman dan nyaman dari segala bahaya. Siapakah Semar itu ?

Dalam setiap pertunjukan Ki Dalang akan berucap : "Siapakah yang bulat seperti nyiru itu, itulah Kyai Lurah Semar Badranaya, Betara Ismaya. Ia bernama Semar, sebab Kyai Semar berkuncung seperti laki-laki, tetapi ia montok dengan buah dada besar seperti orang perempuan. ia tak gagah-tak rupawan, memang tak berupalah ia, akan tetapi sesungguhnya Kyai Lurah Semar itu Dewa yang menjelma, ia sebenarnya Hyang Ismaya, juga Hyang Asmarasanta, Dewa berujud manusia, di dunia merupakan pamong keturunan Brahma/Wisnu".

Jadi sebenarnya Semar itu adalah Dewa Ismaya - dewa Jawa asli yang paling kuasa sekaligus ia dianggap paman atau kakak dewa utama batara Guru (Siwa). Walaupun Semar kelihatan sebagai rakyat biasa, semua penonton tahu bahwa sebenarnya ia adalah seorang Dewa yang tak terkalahkan. Semar mengatasi semua Dewa lain dengan kekuatannya. Dewa-dewa disapa dengan bahasa ngoko. Apabila Semar marah, dewa-dewa bergetar, dan apa yang dikehendakinya akan terjadi. Setiap usaha Batara Guru untuk menguasai dunia dengan pelbagai penjelmaan, khusunya untuk mencegah perang baratayuda dan kekalahan para Kurawa, ditiadakan oleh Semar. Semar adalah pamong para Pandawa yang tak terkalahkan dan oleh karena para Pandawa adalah nenek moyang raja-raja Jawa maka sebenarnya Semar adalah pamong dan danyang pulau Jawa dan seluruh dunia.

Maka munculnya Semar dalam wayang Jawa menunjukkan pengertian yang mendalam tentang apa yang sebenarnya bernilai pada manusia : bukan wujud yang kelihatan, bukan pembawaan lahiriah yang sopan santun, bukan penguasaan tata krama kehalusan, melainkan yang sebenarnya menentukan derajat kemanusiaan seseorang adalah sikap batin.

Sumber Pustaka : Etika Jawa

A. Hidayat
staf pengajar SMPN 3 Bobotsari
Purbalingga

OOSN BASKET : SMPN 3 BOBOTSARI PERLU GIAT BERLATIH

Selasa, 25 Mei 2010 Tim Basket Putri SMP Negeri 3 Bobotsari Kab. Purbalingga bertanding melawan Tim Basket Putri Kab. Cilacap pada pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Bola Basket Th. 2010 Tingkat Karesidenan Banyumas. Pada pertandingan itu, Tim Basket SMP Negeri 3 Bobotsari harus mengakui keunggulan Tim Basket Kab. Cilacap dengan skor 7 - 13.



Pada menit-menit awal, tim basket SMP Negeri 3 Bobotsari belum bisa menemukan pola permainan. Baru pada menit terakhir dan selang waktu yang mepet, tim basket SMP Negeri 3 Bobotsari dapat menyesuaikan dengan kondisi lapangan sehingga perolehan skor 7 - 11 dapat bertahan cukup alot.
Karena postur pemain yang tidak seimbang dan tim basket SMP Negeri 3 Bobotsari belum terbiasa bermain di lapangan tertutup akhirnya ketika peluit panjang berbunyi, SMP Negeri 3 Bobotsari Kab. Purbalingga harus mengakui keunggulan tim basket Kab. Cilacap dengan skor akhir 7 - 13.

Kekalahan tim Basket SMP Negeri 3 Bobotsari Kab. Purbalingga, banyak faktor yang mempengaruhinya antara lain : 1) tim basket putri tidak terbiasa bermain di lapangan tertutup dengan kondisi cahaya yang kurang sehingga ketika mereka bermain lama-lama pusing, hal ini juga terjadi pada pertandingan sebelumnya ketika melawan Banyumas; 2) postur tubuh pemain basket SMPN 3 Bobotsari kecil-kecil - faktor ini sebenarnya dapat diatasi dengan teknik permainan;


Ke depan, untuk menyiapkan mental dan adaptasi dengan lapangan, rencana program yang telah disusun oleh pelatih basket SMP Negeri 3 Bobotsari Riswanto,S.Pd adalah melakukan latihan secara rutin pada lapangan tertutup. Hal ini agar para pemain terbiasa dengan kondisi lapangan. Di samping terus giat berlatih dan melakukan latih tanding dengan sekolah-sekolah lain, Riswanto optimis tahun depan Insya Alloh tim Basket Putri SMP Negeri 3 Bobotsari dapat meraih point di tingkat karesidenan. Amiin...
Semangat terus ..... jangan menyerah !!

Rabu, 26 Mei 2010

LT III : GUDEP SMPN 3 BOBOTSARI RUTIN BERLATIH

Menjelang pelaksanaan LT III Pramuka Penggalang Kwarcab Kab. Purbalingga tanggal 21 - 23 Juni 2010 di Bumi Perkemahan Munjulluhur, Bojongsari - Purbalingga, Gugus Depan 06.509 - 06.510 SMP Negeri 3 Bobotsari akan mengirimkan 2 regu intinya yaitu regu Garuda (Pa) dan regu Melati (Pi).




Sejak dini, regu inti aktif berlatih sebagai persiapan mengikuti LT III. Dengan dipandu beberapa kakak pembina, yaitu Kak Awal Hidayat,S.Pd selaku Pimpinan Kontingen, Kak Endang Sugiarti, Kak Murningsih, Kak Riswanto, Kak Sri Wahyuningsih, Kak Heri Prasetyo, Kak Edi Susanto dan Kak Mulatsih Eri Marlina - regu inti Garuda dan Melati aktif setiap sore berlatih materi-materi yang akan dilombakan seperti Pionering, pidato bahasa Inggris, semaphore, morse, sandi, PBB, seni drama dll.

Dengan semboyan "Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka" mereka sangat antusias berlatih dan berkarya demi meraih cita dan cinta untuk SMP Negeri 3 Bobotsari.

MENSANA IN CORPORE SANO

Untuk menjaga kesehatan tubuh baik jasmani maupun rokhani, setiap Jumat SMP Negeri 3 Bobotsari melakukan kegiatan pembiasaan diri Senam Kesegaran Jasmani atau jalan-jalan keliling desa.Kegiatan ini dilakukan oleh seluruh warga sekolah, baik siswa, guru maupun staf tata usaha. Kegiatan ini juga dapat menjalin kekompakan dan kebersamaan antarwarga sekolah. Sudah menjadi agenda rutin, dan agar tubuh dan jiwa tetap sehat kita memang harus rajin berolah raga.

Mensana in corpore sano,

Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat

SHOLAT BERJAMA'AH : PEMBINAAN AKHLAK SISWA

Dalam rangka membina akhlak generasi muda dan membentengi arus globalisasi, SMP Negeri 3 Bobotsari secara rutin dan terprogram melakukan pembiasaan diri kepada siswa-siswinya untuk melakukan kegiatan ibadah sholat dhuhur berjamaah secara bergiliran dan setiap hari Jumat melakukan Sholat Jum'at berjama'ah.Setiap masuk waktu sholat dhuhur, secara rutin dikumandangkan adzan. Sebagai muadzin adalah siswa SMP Negeri 3 Bobotsari yang telah disusun sesuai jadwal. Pembiasaan ibadah sholat dhuhur berjama'ah ini dikomandani oleh Bapak Solikhat,Amd.Pd salah satu guru PAI SMP Negeri 3 Bobotsari.
Kegiatan pembiasaan ini telah berlangsung sejak lama, dan alhamdulillah pada tahun pelajaran ini dapat berlangsung lebih baik daripada kemarin dan mudah-mudahan pada tahun pelajaran yang akan datang lebih meningkat apalagi dengan adanya bangunan musholla baru lengkap dengan pengeras suaranya. Ini akan menambah suasana religius di lingkungan SMP Negeri 3 Bobotsari.Harapannya siswa-siswi SMP Negeri 3 Bobotsari dan alumni-alumninya kelak menjadi generasi yang berakhlak mulia, berprestasi dan mandiri sesuai dengan visi SMP Negeri 3 Bobotsari.

MOTIVASI SISWA : PENGHARGAAN SEKOLAH

Penghargaan yang diberikan oleh sekolah kepada siswa yang berprestasi baik dibidang akademik maupun non akademik, akan menjadi motivasi tersendiri bagi siswa yang bersangkutan. Adalah SMP Negeri 3 Bobotsari, dalam memotivasi siswa dalam meraih prestasi - setiap siswa yang berprestasi selalu diberi penghargaan dalam bentuk piagam maupun bentuk lain. Seperti prestasi siswa dalam Lomba Try Out UASBN SD/MI se Kec. Bobotsari, peringkat 1 s.d 3 mendapat piagam, piala dan juga kenang-kenangan, peringkat 4 - 10 mendapat piagam dan kenang-kenangan.
Tidak hanya itu saja, dalam upacara bendera yang dilakukan pada hari Senin, 24 mei 2010 kemarin juga dilakukan pemberian penghargaan kepada siswa yang meraih Nilai UN tertinggi di SMP Negeri 3 Bobotsari. Ketiga siswa yang mendapat penghargaan dari kepala sekolah Bapak Eko Budi Santosa,S.Pd adalah:

1) Siti Nur Khotijah;
2) Karyono;
3) Tsalisa Yulianti
Mereka bertiga mendapat piagam penghargaan dan juga beasiswa dari sekolah. Ini adalah wujud penghargaan SMP Negeri 3 Bobotsari terhadap siswa-siswi yang berprestasi dan harapannya dapat mendorong siswa-siswi lain untuk ikut mengikuti jejaknya.

"Sekolah ini besar dan namanya harum di masyarakat atau di tingkat kabupaten karena prestasi mereka - kami hanya memfasilitasi dan membimbingnya. Anak-anak kamilah yang membesarkan sekolah ini ...!" kata kepala sekolah.

SUPERVISI MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU

Guru sebagai tenaga pendidik sekaligus pembimbing siswa, dalam tugas kesehariannya perlu dilakukan kegiatan supervisi baik secara internal oleh kepala sekolah maupun oleh pengawas. Kegiatan supervisi ini bertujuan untuk meningkatkan profesionlisme guru baik dalam segi administrasi mengajar, proses belajar mengajar, maupun evaluasi pembelajaran.
Melalui supervisi ini diharapkan seorang guru terpacu untuk melakukan terobosan-terobosan / inovasi dan kreativitas dalam pembelajaran yang muaranya pada keberhasilan peserta didik baik prestasi akademik maupun non akademik.

Supervisi yang dilakukan secara terus menerus dan terprogram akan berdampak positif pada keberhasilan guru dalam mengelola kelas, karena hasil supervisi ini akan dijadikan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran selanjutnya.


Adalah keliru, jika kita sebagai guru masih takut dan tidak siap dilakukan supervisi setiap waktu. Setiap hari guru sudah dan telah melakukan tugasnya yaitu merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, menganalisis dan melakukan tindak lanjut program, kenapa mesthi takut ? Banyak alasan yang sering kita katakan, RPP belum jadi, promes-nya hilang, prota-nya disobek anak, ... pokoknya banyak alasan, yang akhirnya kita mengambil jalan pintas hanya untuk melengkapi dokumen administrasi guru. Kebiasaan seperti itu jangan dibiasakan ... jangan diulangi lagi. Mari, mari kita belajar memperbaiki kebiasaan yang kurang baik itu.


Kita mesthi malu dan isin, guru sekarang sudah dapat pengakuan dari guru umar bakri menjadi guru sertifikasi. Guru sekarang telah bersertifikasi...profesional, kalau boleh saya katakan guru sertifikasi sudah sejajar dengan dokter spesialis. Dokter spesialis harganya mahal .... demikian juga guru sertifikasi harganya juga mahal ? Apa betul !

OK.. berbicara supervisi guru, memang benar bahwa secara tidak langsung kegiatan supervisi dapat meningkatan profesionalisme guru. Kita dapat membayangkan jika suatu sekolah tidak pernah dilakukan supervisi, bagaimana kita dapat mengetahui perkembangan peserta didik dan inovasi-inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan juga sejauh mana kelengkapan bukti fisik perangkat mengajar yang
dibuat guru ?

Banyak hal yang dapat kita lakukan sebagai guru agar kita senantiasa siap dilakukan supervisi baik oleh kepala sekolah maupun oleh pengawas, dan kita dianggap sebagai guru yang profesional. Yaitu mulai dari diri sendiri dulu dan dari hal-hal yang kecil.

A. Administrasi Mengajar
  • Mempelajari silabus yang telah ada dan bila perlu kita latihan mengembangkannya sesuai dengan sekolah kita
  • Menyusun prota kembali jangan asal nyontho
  • Menyusun promes, bila perlu dengan melihat kalender akademik atau kelender umum, kita berlatih menyusun minggu efektif dan minggu non efektif
  • Latihan membagi jumlah jam pelajaran, disesuaikan dengan SK dan KD-nya
  • RPP yang sudah ada, kita coba buat kembali dengan bahasa sendiri dan disesuaikan dengan keadaan sekolah kita. Seperti jika alat praktek belum ada jangan ditulis siswa mempraktekkkan percobaan "A" misalnya.
  • Waktu-waktu luang yang ada kita gunakan untuk memperbaiki perangkat KBM.
B. Inovasi Pembelajaran
  • Banyak membaca buku tentang inovasi pembelajaran
  • Kita berlatih hal-hal yang mudah, seperti membuat charta, peta, menulis lagu, membuat puisi dll. dalam pembelajaran
  • Belajar dari sumber lain yang dapat kita adopsi untuk pembelajaran di kelas seperti pertunjukkan wayang kulit, gaya kyai dalam pengajian umum dll.
  • Berlatih menulis artikel untuk konsumsi sendiri atau di lingkup sekolah, dipublikasikan di mading atau di perpustakaan.
  • Sering berlatih melakukan penelitian pendidikan yang ringan yang kita paham alurnya dan mudah dalam proses pengambilan data.
  • Mulailah berlatih melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan sampel, metode dan siklus yang sederhana terlebih dahulu
C. Profesional
  • Jika kita sebagai guru ingin lebih profesional dalam pembelajaran dan penyampaian materi belajar maka kita mau tidak mau harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu menguasai teknologi informasi dan komunikasi. Syaratnya : memiliki dan mampu mengoperasikan software-software komputer baik PC maupun Notebook, memiliki kamera digital, dan berinternetan.