Laman

Jumat, 29 Oktober 2010

Pelatihan ICT MGMP IPA Kab. Purbalingga

Pelatihan ICT Komputer MGMP IPA Kabupaten Purbalingga pada hari ke-3 yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Bobotsari berlangsung dengan sukses. Pada pertemuan ini, para peserta dibekali pengetahuan tentang Multimedia powert point, yaitu membuat rencana kerja, membuat tinjauan kurikulum dengan powerpoint.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 36 peserta, yang kesemuanya adalah guru-guru IPA se-Kabupaten Purbalingga. Sayangnya, pada pelaksanaan ICT ini kondisi cuaca kurang mendukung. Pada jam 12 siang, hujan sudah mulai turun bahkan sangat deras. Padahal banyak guru-guru yang rumahnya jauh.
Kegiatan ICT Komputer dipandu oleh Pak Arif dan juga oleh Pak Subarno,S.Pd selaku Ketua MGMP IPA Kabupaten Purbalingga. Pelatihan ICT Komputer sangat bermanfaat sekali dan diharapkan guru-guru IPA dikabupeten Purbalingga semakin profesional dalam mencerdaskan anak bangsa khususnya pendidikan di kabupaten Purbalingga.

Selasa, 26 Oktober 2010

Bima

Nama : Bima
Nama lain : Werkudara, Bratasena, Abilawa
Karakter : Pendiam, penurut
Senjata : Gada Rujakpala, Kuku Pancanaka

Bima merupakan salah satu dari lima Pandawa, yang lahir dari pasangan Pandu dengan Dewi Kunthi. Postur tubuhnya hampir dua kali tinggi dan besar rata-rata bangsa manusia. Matanya tajam, kumis dan jenggot tebal.

Keistimewaan yang dibawanya sejak lahir berupa sebuah tulang menonjol keluar di antara pangkal ibu jari dan telunjuknya yang begitu tajam, kuat dan keras. Dalam kondisi biasa, tulang itu bisa masuk terlipat di antara ruas jari, namun saat sedang siaga, tulang itu menonjol keluar. Panjangnya bisa sampai sepanjang lengan orang dewasa. Nama kuku itu adalah Kuku Pancanaka

Dudu Jaman Biyen

Jaman saiki
Jaman sing sarwa canggih
Jaman sing modern
Jarene era globalisasi
Bocah cilik cekelane hp
Bocah cilik cekelane montor
Bocah cilik cekelane laptop

Dolanane play station
Panganane pizzza, hamburger
Cemilane sozzis lan nugget
Sarta bumbone saos sakecape
Inumane pop ice
Wah..... jan... pancen

Angel ditemoni
Bocah sing dolanan
Jaranan, jamuran, utawane egrang-egrangan
Apa dene....
Bocah sing nyekeli janur kanggo gawe ebeg-ebegan
Langka...
Bocah sing mangan grontol, cenil, thiwul, gethuk lan ondhol
Jarene ora enak
Jarene ndesani
Jarene katrok, ketinggalan jaman
Ra gaul ....

Apa bener panemu kang kaya mangkana
...................Piye jal???

Rabu, 20 Oktober 2010

Galery Foto Kegiatan PPDB dan MOS 2010

Nyuwun agunging pangapunten, foto utawi gambar kegiatan PPDB lan MOS SMP Negeri 3 Bobotsari PurbalinggaTahun 2010 nembe saged dipun posting wonteng blogspotipun SMP Negeri 3 Bobotsari. Amargi blogger kathah pedamelan lan kesibukan milo nembe wakdal niki saged dipun unggah wonten ing internet. Nuwun.

Awal H : Pantai Ayah

Dalam rangka penyegaran dan refresing keluarga, kegiatan yang dilakukan adalah plesir atawa piknik ke pantai ayah, kebumen. Galery fotone saged dipun pirsani wonten ngandapipun. Matur nuwun sederengipun.


Kamis, 14 Oktober 2010

Pelatihan ICT Guru IPA

Hari ini Jumat 15 Oktober 2010, MGMP IPA Kabupaten Purbalingga melaksanakan kegiatan Pelatihan ICT di SMP Negeri 1 Bobotsari. Kegiatan ini dibuka oleh Bina Damping MGMP IPA Bapak Sukanto,S.Pd.
Kegiatan ICT ini diikuti oleh sekitar 36 peserta ICT.  Dengan kegiatan ini diharapkan semua guru-guru IPA di KabupatenPurbalingga dapat menguasai dan mengaplikasikan teknologi komputer dalam pembelajaran IPA di kelas.
Dalam kegiatan ini, peserta ICT ajeg bae paling-paling wong-wong kuwe. SMP Boromeus ajeg, SMPN 2 Bobotsari ora beda, SMPN 1 Kejobong yang wonge ajeg.. apa maning SMPN 1 Bobotsari mesthi ajeg bae pak Sukimin.. Ibu ENi Kustiyah.... sing adoh ya... pada bae... Budiman SMPN 1 Rembang ngantukkan thok karo senenge mesthi telat....
Ibu gurune lha pada antheng-antheng... anu .....?

Selasa, 21 September 2010

English Content

Biography of President Susilo Bambang Yudhoyono

General TNI (Ret) Susilo Bambang Yudhoyono, popularly known as SBY, was born in Pacitan, East Java, on 9 September 1949. He graduated from the Military Academy in 1973-top in his class. He received his fourth star in 2000.

In the first-ever direct presidential election in Indonesia in 2004, Susilo Bambang Yudhoyono, running on a platform for "more just, more peaceful, more prosperous, and more democratic Indonesia", was elected as the 6th President of the Republic of Indonesia, gaining a landslide 60% of the popular vote over the incumbent President Megawati Soekarnoputri.

President Yudhoyono is also an accomplished scholar. He was educated in the United States, where he received his Masters degree in Management from Webster University in 1991. He continued his study and earned a Doctorate Degree in Agricultural Economics from Bogor Institute of Agriculture, West Java, Indonesia, in 2004. President Yudhoyono was awarded with two honorary doctorates in 2005, respectively in the field of law from his alma mater, Webster University, and in political science from Thammasat University in Thailand.

During his 27-year distinguished military service, President Yudhoyono took an extensive range of training, education and courses, both in Indonesia and overseas. President Yudhoyono also held numerous important posts and positions as troop and territorial commander, staff officer, trainer and lecturer. He served both in the field and at headquarters, as well as missions overseas. He was the Commander of the United Nations Military Observers and Commander of the Indonesian Military Contingent in Bosnia-Herzegovina from 1995-1996.

For his outstanding service, President Yudhoyono was decorated with 24 medals and awards, including the UNPKF Medal, the Bintang Dharma, the Bintang Mahaputera Adipurna and the Bintang Republik Indonesia Adipurna, the highest national medal for excellent service beyond the calls of duty.

Prior to being elected, President Yudhoyono held various important government positions, including Minister of Mining and Energy and Co-ordinating Minister for Political, Social, and Security Affairs in the National Unity Cabinet under President Abdurrahman Wahid. He again served as Co-ordinating Minister for Political, Social, and Security Affairs in the Gotong Royong

Cabinet under President Megawati Soekarnoputri. It was in his capacity as Coordinating Minister that he became internationally recognized for leading Indonesia's counter-terrorism efforts.

President Yudhoyono is also known for his activities in various civil society organizations. He served as Co-Chairman of the Governing Board of the Partnership for the Governance Reform, a joint Indonesian-international organization focused on the improvement of governance in Indonesia. He also served as Chairman of the Advisory Board of the Brighten Institute, an institution devoted to studying the theory and practice of national development policy.

President Yudhoyono is a keen reader and has authored a number of books and articles including: Transforming Indonesia: Selected International Speeches (2005), Peace deal with Aceh is just a beginning (2005), The Making of a Hero (2005), Revitalization of the Indonesian Economy: Business, Politics and Good Governance (2002), and Coping with the Crisis - Securing the Reform (1999). Taman Kehidupan (Garden of Life) is his anthology published in 2004. President Yudhoyono speaks English fluently.

President Yudhoyono is a devoted Moslem. He is married to Madam Ani Herrawati. The first couple is blessed with two sons. The oldest is First Lieutenant Agus Harimurti Yudhoyono, who graduated top in his class from the Military Academy in 2000 and is now serving at the elite 305th Airborne Battalion of the Army Strategic Reserves Command (KOSTRAD). The youngest, Edhie Baskoro Yudhoyono, earned his degree in Economics from Curtin University, Australia.