Laman

Senin, 31 Mei 2010

WAJAH ALUMNI SMPN 3 BOBOTSARI TEMPO DULU

Nih pengin tahu, wajah Alumni 2001 SMPN 3 Bobotsari tempo dulu - aku selipin galerynya. So pasti ada yang berkesan dan ingat kembali memori yang sudah lama terpendam, temen .... sahabat.... kasih.... atau cinta ..... yang tak sampai.
Moga galeri ini bisa jadi obat !

Kenangan Indah di Parangtritis 2001


DEWAN GURU & STAF : TAPEL. 2009/2010


DEWAN GURU


Eko Budi Santosa,S.Pd

Jabatan : Kepala Sekolah
Alamat : Purbalingga
Mapel : Bahasa Indonesia



Awal Hidayat,S.Pd

Jabatan : Wakil Kepala Sekolah
Alamat : Purbalingga
Mapel : IPA Fisika




Imam Tofieq Adijanto,S.Pd

Jabatan : Urusan Kurikulum I
Alamat : Purbalingga
Mapel : Geografi



Drs. Sudino


Jabatan : Urusan Sarana & Prasarana
Alamat : Purbalingga
Mapel : Pendidikan Kewarganegaraan




Cherun,S.Pd


Jabatan : Urusan Hubungan Masyarakat (Humas)
Alamat : Purbalingga
Mapel : Matematika



Riswanto,S.Pd


Jabatan : Urusan Kesiswaan
Alamat : Purbalingga
Mapel : Penjas Orkes



Fresti Herawati,S.Pd

Jabatan : -
Alamat : Purbalingga
Mapel : Bahasa Inggris



H. Hartomo,S.Pd

Jabatan : -
Alamat : Purbalingga
Mapel : Pendidikan Kewarganegaraan



Himam Murofiq,S.Ag

Jabatan : -
Alamat : Purbalingga
Mapel : Pendidikan Agama Islam



Solikhat,Amd.Pd

Jabatan : -
Alamat : Purbalingga
Mapel : Pendidikan Agama Islam



Edi Susanto,Amd.Pd


Jabatan : -
Alamat : Purbalingga
Mapel : Bimbingan Konseling / Penyuluhan



Mohammad Abdul Hakim,S.Pd


Jabatan : Urusan 7K
Alamat : Purbalingga
Mapel : Matematika



Murningsih,S.Pd

Jabatan : Pembina OSIS
Alamat : Purbalingga
Mapel : Seni Budaya



Endah Ratnaningrum,S.Pd


Jabatan : -
Alamat : Purbalingga
Mapel : Bahasa Inggris



Dra. Sukantumari

Jabatan : -
Alamat : Purbalingga
Mapel : Bahasa Indonesia



Sri Wahyuningsih,S.Pd

Jabatan : -
Alamat : Purbalingga
Mapel : Geografi



Endang Sugiarti,S.Pd

Jabatan : -
Alamat : Purbalingga
Mapel : Bahasa Indonesia



Lantief Karyono,S.Pd

Jabatan : Urusan Kurikulum II
Alamat : Purbalingga
Mapel : IPA Biologi




Heri Prasetyo,S.Pd


Jabatan : -
Alamat : Banyumas
Mapel : Bimbingan Konseling / Penyuluhan




Mulatsih Eri Marlina,S.Pd

Jabatan : -
Alamat : Purbalingga
Mapel : Bahasa Jawa



Budi Ariyanto,S.Kom

Jabatan : -
Alamat : Purbalingga
Mapel : Teknologi Informasi & Komunikasi



Nurah Al Faris,S.Pd


Jabatan : -
Alamat : Banyumas
Mapel : Bimbingan Konseling / Penyuluhan



Agustina Widiyati,S.Pd


Jabatan : -
Alamat : Purbalingga
Mapel : Bahasa Indonesia



Wahib Murtadho,S.Pd NIP. -

Jabatan : -
Alamat : Purbalingga
Mapel : Penjas Orkes



Nila Hapsari,S.Pd

Jabatan : -
Alamat : Karangreja, Purbalingga
Mapel : IPA Fisika



Lina Esthi Romansari,S.Pd

Jabatan : -
Alamat : Purbalingga
Mapel : IPA Fisika




STAF TATA USAHA



Wahyudi,SE

Jabatan : Kepala Tata Usaha
Alamat : Purbalingga




Rahayu Larasati

Jabatan : Staf Tata Usaha
Alamat : Purbalingga




Endah Turyanti


Jabatan : Staf Tata Usaha
Alamat : Purbalingga




Joko Tri Handoyo

Jabatan : Staf Perpustakaan
Alamat : Purbalingga




Sudarno

Jabatan : Staf Tata Usaha
Alamat : Purbalingga




Ratno
NIP.
Jabatan : Staf Tata Usaha
Alamat : Purbalingga




Yogi Rizkiana

Jabatan : Tenaga Pelaksana
Alamat : Purbalingga




Miswanto

Jabatan : Tenaga Pelaksana
Alamat : Purbalingga





Asep Yuliantoro

Jabatan : Tenaga Pelaksana
Alamat : Purbalingga

Minggu, 30 Mei 2010

PUISI-PUISIKU

di ruang melati,

demikianlah...
ketika ibunya terbaring...sendiri
selimut putih bergaris hitam,antarkan
wajahmu membungkam duka
lewati hari-hari yang terus menyepi
kau coba tetap setia menunggui
sembari menatap bayi mungil pada dipan sebelah

persis seperti kita,
dulu
menunggu ibunya siang-malam - penuh kasih
dengan dongeng-dongeng pengantar tidurnya
yang tak pernah usang ditelan waktu ....
dan kitapun terlelap dalam mimpi-mimpi

kaupun tetap setia menunggui
duduk bersimpuh, menatap hampa langit biru
sendiri
tanpa senyum yang berarti

lalu,
kaupun temukan hati untuk berbagi cerita
torehkan perasaan yang akan menjadi kenangan
entah sampai kapan ?


ketika kau cubit lenganku,

di sini,
ya... di sini
saat kita duduk berdua
menunggui
waktu yang tak pernah lelah
mengejar senja
lalu,
kau cubit lenganku !


secangkir kopi,

ini hari desa dalam malam
sisakan duka kau tulis kepingan cinta
pada potongan-potongan sepi
yang lewat di awal malam
menanti jendela dibuka dan pintu-pintu tak lagi terkunci

segala mimpi tlah tertunda
dan kau menggapainya lewat gelap
yang menyapamu di bawah angin yang terjaga
menyatu bersama kepulan asap dan secangkir kopi

tak peduli apa kata mereka
ini malam adalah milikku ... milikmu adalah esok ! katamu


pada sebuah malam,

saat malam mulai meniti subuh
sedari maghrib, gerimis basahi tanah tempat leluhur bersemayam
kidung kedamaian dan suara-suara tengah malam pun mulai terdengar
meski lamat-lamat,

daun-daun pun khusuk menunduk malu,
pada malam yang semakin mengelam
tak peduli jerit tangis bayi kedinginan...
meneteki ibunya yang terlelap dalam nafas-nafas syahwatnya...
dan bulan jadi saksi atas kesepakatan ini..

- kutunggu kau esok malam !

Kamis, 27 Mei 2010

KEWIBAWAAN SEORANG SEMAR

Ditengah-tengah kekacauan - ketegangan itu tercermin dalam alam gara-gara : bumi goyang, gunung meletus dan laut mendidih - muncullah satu demi satu empat oknum yang nampak aneh. Tanpa peduli akan kekacauan di sekelilingnya, mereka duduk santai dan bermain-main. Merekalah punakawan, pelayan setia Arjuna yang mengantarnya dalam perjalanannya.

Punakawan itu terdiri dari Semar dan anak-anaknya, Gareng, Petruk dan Bagong. Semar itu amat gemuk, ia mempunyai payudara besar dan pantat raksasa sehingga sejenak kurang jelas apakah ia sebenarnya seorang laki-laki atau perempuan (semar seorang laki-laki). Gareng mempunyai hidung yang besar, tangan dan kaki cacad. Ciri khas Petruk adalah panjangnya yang santai : hidung panjang, tangan panjang, kaki panjang dan dalam situasi ia santai saja dan tenang. Bagong adalah edisi mini Semar.

Adalah tugas Semar dan anak-anaknya untuk mengantar ksatria utama setiap lakon dengan aman melalui segala bahaya sampai ke tujuannya. Apabila ksatria itu berada dalam kesulitan, Semar memberi nasehat, apabila ia terlalu agresif dan emosi, ia direm oleh Semar dan ditarik kembali dari langkah-langkah yang kurang dipikirkan. Apabila ia sedih para punakawan membuat ia senang dengan lelucon mereka. Apabila ia merasa sendirian, mereka menemaninya. dan apabila ia berada dalam bahaya mereka sekali-kali juga menyelamatkannya.

Menurut bentuk dan kelakuan para punakawan adalah hamba dari ksatria yang baik, mereka menyapa dia dalam krama inggil. Tetapi sekaligus Semar adalah penunjuk jalan dan pamong kstaria yang diantarnya. Siapa yang diantar Semar, tidak pernah gagal dalam tugasnya dan tidak kalah dalam perang. Bahwa para Pendawa tidak bisa dikalahkan sebenarnya bukan karena kekuatan mereka sendiri melainkan karena mereka diantar oleh Semar. Andaikata Semar meninggalkan Pandawa mereka mesti hancur.

Semar adalah wayang yang paling dicintai. Apabila ia muncul di depan layar ia disambut oleh gelombang simpati para penonton. Seakan-akan para penonton sendiri merasa berada di bawah pengayoman Semar. Apabila wayang yang tak terselami, bijaksana, sederhana, merakyat, baik hati, lucu dan tak terkalahkan itu muncul maka mereka yang berada di bawah perlindungannya merasa aman dan nyaman dari segala bahaya. Siapakah Semar itu ?

Dalam setiap pertunjukan Ki Dalang akan berucap : "Siapakah yang bulat seperti nyiru itu, itulah Kyai Lurah Semar Badranaya, Betara Ismaya. Ia bernama Semar, sebab Kyai Semar berkuncung seperti laki-laki, tetapi ia montok dengan buah dada besar seperti orang perempuan. ia tak gagah-tak rupawan, memang tak berupalah ia, akan tetapi sesungguhnya Kyai Lurah Semar itu Dewa yang menjelma, ia sebenarnya Hyang Ismaya, juga Hyang Asmarasanta, Dewa berujud manusia, di dunia merupakan pamong keturunan Brahma/Wisnu".

Jadi sebenarnya Semar itu adalah Dewa Ismaya - dewa Jawa asli yang paling kuasa sekaligus ia dianggap paman atau kakak dewa utama batara Guru (Siwa). Walaupun Semar kelihatan sebagai rakyat biasa, semua penonton tahu bahwa sebenarnya ia adalah seorang Dewa yang tak terkalahkan. Semar mengatasi semua Dewa lain dengan kekuatannya. Dewa-dewa disapa dengan bahasa ngoko. Apabila Semar marah, dewa-dewa bergetar, dan apa yang dikehendakinya akan terjadi. Setiap usaha Batara Guru untuk menguasai dunia dengan pelbagai penjelmaan, khusunya untuk mencegah perang baratayuda dan kekalahan para Kurawa, ditiadakan oleh Semar. Semar adalah pamong para Pandawa yang tak terkalahkan dan oleh karena para Pandawa adalah nenek moyang raja-raja Jawa maka sebenarnya Semar adalah pamong dan danyang pulau Jawa dan seluruh dunia.

Maka munculnya Semar dalam wayang Jawa menunjukkan pengertian yang mendalam tentang apa yang sebenarnya bernilai pada manusia : bukan wujud yang kelihatan, bukan pembawaan lahiriah yang sopan santun, bukan penguasaan tata krama kehalusan, melainkan yang sebenarnya menentukan derajat kemanusiaan seseorang adalah sikap batin.

Sumber Pustaka : Etika Jawa

A. Hidayat
staf pengajar SMPN 3 Bobotsari
Purbalingga

OOSN BASKET : SMPN 3 BOBOTSARI PERLU GIAT BERLATIH

Selasa, 25 Mei 2010 Tim Basket Putri SMP Negeri 3 Bobotsari Kab. Purbalingga bertanding melawan Tim Basket Putri Kab. Cilacap pada pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Bola Basket Th. 2010 Tingkat Karesidenan Banyumas. Pada pertandingan itu, Tim Basket SMP Negeri 3 Bobotsari harus mengakui keunggulan Tim Basket Kab. Cilacap dengan skor 7 - 13.



Pada menit-menit awal, tim basket SMP Negeri 3 Bobotsari belum bisa menemukan pola permainan. Baru pada menit terakhir dan selang waktu yang mepet, tim basket SMP Negeri 3 Bobotsari dapat menyesuaikan dengan kondisi lapangan sehingga perolehan skor 7 - 11 dapat bertahan cukup alot.
Karena postur pemain yang tidak seimbang dan tim basket SMP Negeri 3 Bobotsari belum terbiasa bermain di lapangan tertutup akhirnya ketika peluit panjang berbunyi, SMP Negeri 3 Bobotsari Kab. Purbalingga harus mengakui keunggulan tim basket Kab. Cilacap dengan skor akhir 7 - 13.

Kekalahan tim Basket SMP Negeri 3 Bobotsari Kab. Purbalingga, banyak faktor yang mempengaruhinya antara lain : 1) tim basket putri tidak terbiasa bermain di lapangan tertutup dengan kondisi cahaya yang kurang sehingga ketika mereka bermain lama-lama pusing, hal ini juga terjadi pada pertandingan sebelumnya ketika melawan Banyumas; 2) postur tubuh pemain basket SMPN 3 Bobotsari kecil-kecil - faktor ini sebenarnya dapat diatasi dengan teknik permainan;


Ke depan, untuk menyiapkan mental dan adaptasi dengan lapangan, rencana program yang telah disusun oleh pelatih basket SMP Negeri 3 Bobotsari Riswanto,S.Pd adalah melakukan latihan secara rutin pada lapangan tertutup. Hal ini agar para pemain terbiasa dengan kondisi lapangan. Di samping terus giat berlatih dan melakukan latih tanding dengan sekolah-sekolah lain, Riswanto optimis tahun depan Insya Alloh tim Basket Putri SMP Negeri 3 Bobotsari dapat meraih point di tingkat karesidenan. Amiin...
Semangat terus ..... jangan menyerah !!