Laman

Jumat, 03 Juni 2011

Rapat Penegas Kelulusan Kelas IX 2010/2011

Jumat, 3 Juni 2011 bertempat di Laboratorium IPA SMP Negeri 3 Bobotsari pada pukul 09.00 WIB dilakukan kegiatan Rapat Dewan Guru Tentang Kelulusan Siswa Kelas IX Tahun Pelajaran 2010/2011.
Rapat dipimpin oleh Kepala Sekolah Bapak Santosa,S.Pd dan dihadiri oleh seluruh guru SMP Negeri 3 Bobotsari.
Berikut gambar-gambar kegiatan rapat penegas kelulusan tahun 2011 :

Ekspresi Siswi SMPN 3 Bobotsari 2011

Inilah gaya dan ekspresi siswi SMPN 3 Bobotsari selama menunggu pengumuman Hasil Ujian Nasional dan kelulusan.

Asyik juga nih gaya...lu...ea

Minggu, 29 Mei 2011

WORKSHOP PELATIHAN DATA INPUT SEKOLAH DAN EMIS

Selama 3 hari mulai Sabtu, Senin dan Selasa tanggal 28, 30 dan 31 Mei 2011 di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga diadakan kegiatan workshop pelatihan data input sekolah dan EMIS bagi seluruh sekolah yang ada di kabupaten purbalingga mulai dari SD, SMP maupun tingkat atas.Salah satu peserta workshop dari SMPN 3 Bobotsari dan SMPN 1 Karangjambu, sangat antusias dan begitu serius mengikuti kegiatan workshop, karena jaringaan internetnya kadang offline.



Rabu, 18 Mei 2011

Mengapa Sejumlah Planet Berputar Terbalik

Bumi selalu berputar dari barat ke timur. Akibatnya, matahari terbit dari timur. Namun, tak semua planet berotasi ke arah timur. Beberapa di antaranya berputar ke arah sebaliknya.

Dari sekitar 500 planet yang terdeteksi mengelilingi bintang selain Matahari, sebagian besar planet itu tampaknya berputar dengan arah yang sama dengan bintangnya. Lewat laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature, para astronom menyatakan sejumlah planet extrasolar berotasi dalam arah yang berlawanan dengan bintang yang mereka kelilingi.

Planet aneh yang berputar ke belakang ini umumnya adalah planet gas raksasa, seperti Jupiter, bukan planet batu bulat, seperti Bumi. Selain rotasinya yang berputar ke belakang--yang oleh para astronomi disebut orbit terbalik--planet-planet besar ini berada dekat dengan bintang mereka. Berbeda dengan Jupiter yang berada 778 juta kilometer dari Matahari, lebih dari lima kali lipat jarak Bumi ke Matahari.

"Ini benar-benar aneh dan itu makin ganjil lagi karena planet tersebut begitu dekat dengan bintangnya," kata Frederic Rasio dari Northwestern University. "Bagaimana mungkin dia berotasi ke arah sebaliknya dan mengorbit ke arah yang berbeda? Ini gila, melanggar gambaran dasar kami tentang formasi bintang dan planet."

Para astronom telah lama memegang teori bahwa planet gas raksasa terbentuk jauh dari matahari mereka, sedangkan planet batu, seperti Bumi, lahir lebih dekat. Tapi, hanya karena planet gas itu terbentuk jauh dari pusat sistem planet, kata Rasio dan timnya, bukan berarti planet tersebut tinggal di sana.

Ketika sistem planet berisi lebih dari satu planet, setiap planet memiliki gaya gravitasinya sendiri, menyebabkan planet-planet berinteraksi dan akhirnya menarik planet gas raksasa itu mendekat ke arah bintangnya, bahkan membalik orbitnya. Proses ini dikenal sebagai gravitational perturbation atau sebuah pertukaran momentum bersudut tajam.


REUTERS | TJANDRA

Citra Radar

Citra Radar Aceh


Citra Radar Padang


Citra Radar Makasar


Citra Radar Manado


Citra Radar Bima

Citra Satelit : 18 MEI 2011

Fenomena Gelombang Panas 2010 dan Kejadian Cuaca Ekstrim Dunia Pertengahan 2010

Fenomena Cuaca Ekstrim Dunia Pertengahan 2010


BMKG IMAGES | BMKG.GO.ID
Badai topan dan gempa bumi lebih sering menghiasi headline harian di dunia namun ternyata gelombang panas (heatwaves) baik secara langsung ataupun tidak langsung juga banyak menelan korban jiwa seperti yang terjadi beberapa pekan terakhir di benua Eropa dari Rusia hingga mencapai Portugal yang membuat suhu udara meningkat sangat drastis dan menyebabkan banyak kematian karena hipertermia, kegagalan panen, kebakaran hutan, terputusnya sambungan listrik karena penggunaan pendinginan udara yang terlalu meningkat hingga melunakkan aspal jalan raya dan mengakibatkan banyak kecelakaan lalu-lintas. Bahkan di Bryansk, Rusia, dampak dari gelombang panas ini sisa-sisa partikel radioaktif dari ledakan Chernobyl tahun 1986 yang sudah terserap kedalam tanah dikhawatirkan akan terlepas kembali ke udara dan dapat membentuk awan radioaktif yang sangat membahayakan.

Kejadian Gelombang Panas 2010

Tidak hanya menyerang Eropa, gelombang panas juga terjadi di Asia. Di Jepang mengakibatkan sedikitnya 66 orang tewas dan 15.000 lainnya dilarikan ke rumah sakit akibat hipertermia dan serangan otak (stroke). Sementara di Cina, suhu udara mencapai 440C dan menyebabkan puluhan mesin bus di Beijing mengalami kebocoran hingga mengeluarkan oli dan terbakar. Bahkan Timur Tengah juga tak luput dari serangan gelombang panas tahun ini, hingga majelis ulama di Uni Emirat Arab mengeluarkan fatwa menbolehkan buruh untuk tidak berpuasa jika suhu udara terlalu panas.